Menunggu Kedatangan Presiden dari Luar Negeri

Diposting oleh blog_rinaku On 21.14
Setiap Presiden punya gaya sendiri – sendiri dalam tata protokoler kepresidenannya. Gaya presiden tiba di Tanah Air juga punya warna masing – masing.

Pada masa Presiden Soekarno sering terjadi mobilisasi massa rakyat untuk menyambut kedatangan Presiden dari luar negeri. Pada masa Presiden Soeharto situasinya lain lagi. Tidak ada penyambutan dari rakyat. Tata cara protokoler yang biasa terjadi adalah Wakil Presiden bersama para menteri dan pejabat sipil dan militer yang ada di kota Jakara menyambut di Bandar Udara Halim Perdanakusuma. Mereka berdiri berjajar di tepi karpet merah dibawah tangga pesawat. Menunggu rombongan Presiden dan Ny Tien Soeharto turun dari pesawat dan bersalaman dengan mereka satu per satu.

Setelah itu, Presiden beristirahat sejenak di ruang VVIP beberapa menit dan langsung kembali ke kediaman di Jalan Cendana. Tradisi ini terjadi di masa Presiden BJ Habibie, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Presiden Megawati Soekarnoputri. Pada masa Gus Dur kadang – kadang Presiden memberikan kesempatan kepada wartawan untuk bertanya berbagai hal. Biasanya kesempatan wawancara ini tidak lama.

Pada masa SBY ada yang khusus. Seperti yang terjadi Jumat (12/3) kemarin ketika Presiden dan Ny Ani Yudhoyono tiba di Halim Perdanakusuma seplang dari lawatan ke Australia dan Papua Nuginisejak selasa lalu. Pesawat Garuda yang membawa Presiden dan Ibu Negara beserta rombongan mendarat di landasan Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 16.15. Disambut Wapres dan Ny Herawati Boediono beserta para menteri serta pejabatsipil dan militer yang tinggal di Jakarta.

Sumber : Kompas, Sabtu, 13 Maret 2010

0 Response to 'Menunggu Kedatangan Presiden dari Luar Negeri'

Posting Komentar